FGD dan Kunjungan Lapangan di DAS Jeneberang sebagai Rangkaian Kegiatan Kajian Analisa Kebijakan Konservasi Sumber Daya Air

Kementerian PPN/Bappenas melalui Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Kajian Pengaruh Kebijakan Konservasi Sumber Daya Air Didalam Das Terhadap Sektor Kehutanan Dan Sektor Lainnya bersama dengan pihak-pihak terkait di level Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (8/9) di Ruang Rapat BPDAS Jeneberang Wallanae. Hadir dalam rapat  ini, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Ir. Basah Hernowo, MA yang didampingi Ir. Nita Kartika, M.Ec dan Andi Setyo Pambudi, ST. Sementara itu, hadir pula, perwakilan dari Bappeda Provinsi Sulsel, BBWS Pompengan Jeneberang, Dinas Kehutanan Kabupaten Takalar, Dinas Kehutanan Kabupaten Takalar dan lain lain.

Dalam kesempatan ini, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Ir. Basah Hernowo, MA menyatakan bahwa Pemerintah melalui RPJMN 2015 – 2019 akan fokus pada ketahanan pangan, energi dan air. Ketahanan air yang didukung keterpaduan konservasi sumber daya air merupakan kunci pembangunan berkelanjutan. Sumber daya air menghadapi persoalan tidak hanya terkait kualitas dan kuantitas air, tetapi juga hambatan yang berkaitan dengan hubungan antar program/kegiatan. Harapannya agar ada sinergi antara aksi-aksi sektor kehutanan, infrastruktur, lingkungan hidup dan pertanian di kawasan hulu.

Berdasarkan hal itu, lanjut Ir. Basah Hernowo, MA, Kementerian PPN/Bappenas sebagai lembaga perencana yang akan mengangkat isu ketahanan air dalam RPJMN 2015-2019 dianggap perlu memberikan rekomendasi terhadap beberapa kendala implementasi kebijakan konservasi sumber daya air yang ada. Diperlukan juga kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung keterkaitan kebijakan yang ada dengan memilih Rencana Pembangunan Bendungan Pamukuluh, Kondisi Hulu DAS dan Wilayah Kekeringan di Kabupaten Takalar (*KKSDA).