KUNJUNGAN LAPANGAN BERSAMA BAPPENAS, BWS SULAWESI I DAN BPDAS TONDANO TERKAIT BENDUNGAN KUWIL KAWANGKOAN

Airmadidi (19/11/2015) – Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas, BWS Sulawesi I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta BPDAS Tondano Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan pemantauan bersama lokasi rencana pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara pada tanggal 19 November 2015. Tim Bappenas diwakili oleh Andi Setyo Pambudi, ST; Irene Sarah, ST serta Mohammad Showam, SE. Dari BWS Sulawesi I diwakili Dan Ridleiy Namare, ST dan Yanni Paputungan serta BPDAS Tondano oleh Noldy R.Kumendang, S.Hut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan pembangunan bendungan serta ekosistem pendukungnya.

Lokasi pekerjaan pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan terletak di Desa Kawangkoan, Desa Kolongan, Desa Suwaan (Kecamatan Kalawat) dan Kelurahan Sukur (Kecamatan Airmadidi) Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Secara umum, kondisi lingkungan di wilayah yang dikunjungi masih tergolong cukup baik. Dominasi lahan perkebunan mencapai 60 % dari total area sehingga masih menjadikan wilayah ini termasuk daerah hijau. Peruntukan lahan untuk kawasan penyangga mencakup : kawasan hutan lindung Minahasa, kawasan lindung DAS Tondano dan kawasan penyangga DAS Tondano. Berdasarkan diskusi selama di lapangan, diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten/ Kota setempat sangat peduli terhadap isu pelestarian lingkungan dan upaya konservasi alam, seperti tercermin dari adanya penataan kawasan dan penetapan ”Kawasan Penyangga” sebagaimana yang dituangkan dalam RTRW Kabupaten/ Kota.

Pembangunan bendungan Kuwil Kawangkoan tidak mengalami banyak kendala terkait pembebasan lahan. DIPA TA 2015 mengalokasikan dana Pembebasan Tanah untuk reguler sebesar Rp.9.860.330.000,- dan APBNP sebesar Rp.18.500.000.000,- sehingga total dana yang tersedia : Rp.28.360.330.000,-. Prioritas pembebasan tanah TA 2015 adalah tapak bendungan, fasilitas bendungan dan jalan masuk.

Tim Bappenas, BWS dan BPDAS juga mengunjungi lokasi rencana green belt (sabuk hijau) bendungan serta kegiatan Studi Investigasi Geoteknik Tambahan dan Grouting Test Bendungan Kuwil Kawangkoan yang telah selesai dilakukan pada Tahun Anggaran 2015. Dapat disimpulkan bahwa Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kesiapan yang baik sehingga tahap konstruksi bisa segera dilakukan. Komunikasi yang baik antara BPDAS dan BWS menjadi kunci keberhasilan pembangunan, sebagai contoh konservasi tanah dan air yang berupa bangunan sipil teknis di hulu yang dilakukan BPDAS perlu mendapat asitensi dari BWS Sulawesi I. Sementara itu, penanaman dan penentuan jenis tanaman di green belt bendungan yang dilakukan BWS perlu mendapat asistensi dari BPDAS setempat agar hasilnya lebih optimal.

Dengan dibangunnya Bendungan Kuwil akan didapatkan manfaat berupa pengurangan banjir yang sering terjadi akibat meluapnya sungai Tondano serta tersedianya air baku untuk penduduk kabupaten Minahasa Utara dan Kota Manado serta untuk Kawasan Ekonomi Khusus Kota Bitung dengan total debit sebesar 4,50 m3/detik. Selain itu, didapat pula manfaat PLTM dengan kapasitas terpasang sebesar 1,2 MW serta aspek pariwisata.(*KKSDA)