Perambahan di Taman Nasional Rinjani Semakin Meluas

Perambahan di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) semakin meluas dan mengancam ekosistem dikawasan TNGR. Hal ini terungkap ketika Bappenas melakukan pemantauan program pembangunan konservasi sumber daya hutan di TNGR (3/9).

Pelaku perambahan adalah masyarakat dari sekitar 100 kk Dusun Borne, Dusun Jurang Koak, dan Dusun Erot, Desa Bepidas. Motif perambahan adalah bahwa wilayah yang dirambah di klaim sebagai kawasan hutan adat. Dalam waktu dua bulan, luas area perambahan telah meningkat dari 150 ha menjadi 300 ha. Saat ini sedang dibangun jalan masuk dari Hutan Lindung Psugulan menuju areal yang dirambah. Isu yang beredar adalah lahan yang dirambah akan ditanami buah-buahan, tempat wisata budaya, bahkan akan dibangun perumahan dan tempat peristirahatan. Hingga saat ini, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pihak TN Gunung Rinjani yaitu berupa pendekatan persuasif oleh petugas, pendekatan oleh kepolisian, dan mediasi pertemuan dengan pelaku perambah.