PERAN FORUM DAS SEBAGAI PENGHUBUNG STAKEHOLDERS DENGAN PEMERINTAH PERLU DITINGKATKAN

Jakarta (10/11/2015) – Dalam rangka mendapatkan masukan terkait target nasional pemulihan kesehatan DAS Prioritas dalam RPJMN 2015 – 2019, Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas baru baru ini melaksanakan “FGD Dukungan Forum DAS dalam Pengelolaan DAS Prioritas” pada tanggal 10 November 2015 bertempat di Gedung Wisma Bakrie 2 Jakarta. Acara ini dipimpin oleh Ir. Basah Hernowo, MA selaku Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas  dengan menghadirkan narasumber dari BPDAS Solo, Forum Peduli DAS Solo, BPDAS Serayu Opak serta Forum DAS Serang, Progo, Opak Provinsi DIY.

Dalam sambutannya, Ir. Basah Hernowo MA menyampaikan bahwa dalam mengelola DAS perlu adanya champion yang bukan dari pihak pemerintah, yang dipercaya semua pihak dan mau mengurusi pengelolaan DAS baik perencanaan, pelaksanaan (jika perlu), dan monev keberhasilan pengelolaan DAS. Saat ini Forum DAS masih terpaku pada aspek perencanaan. Keterlibatan implementasi/ pelaksanaan dan monev belum banyak. Dalam mendukung target pemerintah untuk memulihkan DAS prioritas dalam RPJMN 2015-2019 maka peran Forum DAS perlu ditingkatkan dalam rangka menguatkan sinergi dan koordinasi antar stakeholders”, tuturnya.

Kepala BPDAS Serayu Opak, Ir. Anang  Widicahyono, MM sebagai narasumber mengungkapkan tentang quick wins tahun 2015 di DAS Serayu yaitu memprioritaskan hulu DAS yang bermasalah terutama sub DAS Merawu dan sub DAS Klawing sedangkan pada sub DAS Merawu, terdapat permasalahan sedimentasi Waduk Mrica. Anggaran DAS Serayu Opak yang terbatas menyebabkan dukungan pihak diluar pemerintah sangat diperlukan untuk menentukan fokus strategi yang efektif pada  hal-hal yang penting yang menjadi prioritas. BPDAS Serayu Opak melibatkan forum DAS untuk membantu memberi pertimbangan/masukan dalam perencanaan DAS yang bersifat multidisiplin ilmu.

Hal tersebut diamini oleh Ketua Forum DAS Forum DAS Serang, Progo, Opak Provinsi DIY yaitu Ir. C Kukuh Sutoto. “Beberapa tugas Forum DAS Serang, Progo, Opak Provinsi DIY dalam mendukung pemulihan DAS Serayu sebagai salah satu dari 5 DAS Prioritas RPJMN 2015 – 2019 adalah; membantu memberikan masukan dalam penyusunan rancangan kebijakan pengelolaan DAS bagi instansi terkait yang berwenang, melaksanakan koordinasi dan konsultasi untuk menyelaraskan kepentingan antar sektor, antar wilayah dan antar pemangku kepentingan dalam Pengelolaan DAS Terpadu di Propinsi DIY, dan mengkaji, menelaah dan memberi masukan kepada Gubernur tentang kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai”, jelasnya.

Sementara itu, Zayinul Farhi, M.Sc selaku narasumber dari BPDAS Solo menggarisbawahi mekanisme kelembagaan dalam lingkup penanganan DAS terpadu untuk tercapainya sinkronisasi RTRW dengan tata ruang DAS (Internalisasi RPDAST ke dalam RTRW) dengan output Perda. Hal ini dianggap penting mengingat pada tahun anggaran 2015, direncanakan akan dibangun 5 waduk baru di SWP DAS Solo, yaitu Waduk Tukul (Pacitan), Waduk Pidekso (Wonogiri), Waduk Gondang (Karanganyar), Waduk Bendo (Ponorogo), Waduk Gongseng (Bojonegoro). Pembangunan ini memerlukan dukungan sektor kehutanan dan masyarakat yang bekerja bersama melestarikan hutan sebagai salah satu bagian ekosistem DAS Solo.

Dalam bentuk lain, Forum Peduli DAS Solo membantu pendampingan hutan rakyat untuk memperoleh sertifikasi ekolabel pengelolaan hutan rakyat lestari. “Beberapa manfaat dari sertifikasi ini yaitu diperolehnya data potensi hutan rakyat yang aktual dan kejelasan penguasaan lahan, hutan rakyat tidak menjadi lahan kegiatan kayu ilegal, menertibkan pengelolaan hutan dan mencegah terdegradasinya lahan dan hutan yang tidak terkendali, serta hal-hal manfaat lainnya”, pungkasnya (*KKSDA)