PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN RAKNAMO NTT PERLU DIDUKUNG KONSERVASI HULU DAS NOELMINA

Kupang (9/10/2015) – Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan pertemuan Forum Group Discussion (FGD) terkait Kegiatan Koordinasi Isu-isu Strategis Ketahanan Air di Kawasan Hutan bersama dengan pihak-pihak terkait di level Provinsi Nusa Tenggara Timur di Ruang Rapat BPDAS Benain-Noelmina. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Ir. Basah Hernowo, MA yang didampingi oleh Kasubdit Pengembangan Ekonomi dan Manajemen Hutan, Dr. Ir. Medrilzam, MPE beserta perencana pertama Farida Yulistianingrum, ST dan tenaga ahli Irene Sarah, ST. Adapun yang hadir dari instansi terkait lainnya adalah Perwakilan dari pihak BPDAS Benain-Noelmina, Dinas Pekerjaan Umum NTT dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIV Kupang.

Ir. Basah Hernowo, MA selaku Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air menyatakan bahwa program yang menjadi fokus RPJMN 2015-2019 adalah salah satunya ketahanan pangan dengan mencapai ketahanan air yang sinergis yang didukung dengan kegiatan konservasi dan rehabilitasi hutan di kawasan hulu untuk menjamin ketersediaan air di bagian hilirnya. “Untuk mendorong hal ini maka Bappenas selaku lembaga perencanaan memandang perlu melakukan kegiatan koordinasi isu-isu strategis ketahanan air di kawasan hutan dengan melibatkan hubungan kerjasama antar pihak dari hulu hingga hilirnya. Hal ini bertujuan untuk menghimpun bahan pemantauan dari target RPJMN 2015 – 2019 yang lebih terukur dan tepat sasaran” tuturnya.

Pada kesempatan ini Tim Bappenas juga melakukan survey langsung ke Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang yang menjadi salah satu dari 49 rencana pembangunan waduk yang akan di bangun di Indonesia. Dari kunjungan lapangan ini didapatkan temuan bahwa perkembangan kemajuan konstruksi bangunan Bendungan Raknamo tergolong sangat cepat hingga mencapai persentase hampir 50 %. Saat ini sudah sampai tahap pengerukan tanah untuk aliran dan pembangunan terowongan untuk saluran peluncur. Berkat SDM yang berkualitas, target penyelesaian pembangunan Bendungan Raknamo ini diestimasikan akan selesai dalam waktu 3 tahun. Erosi dan sedimentasi masih menjadi hal yang ditakutkan akan mengurangi usia guna waduk setelah pembangunan selesai. Oleh karena itu, dukungan BPDAS Benain Noelmina dan UPT lain yang terkait dengan rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi tanah dan air (KTA) menjadi hal yang penting mengingat usia guna waduk juga ditentukan oleh kesehatan DAS di hulu Bendungan Raknamo.